1. Apa itu Sa’i ?

Sa’i adalah berlari- lari kecil diantara bukit shafa dan Marwah

  1. Apa saja yang harus dilakukan ketika Sa’i ?

Menuju Shafa untuk melaksanakan Sa’i di antara bukit Shafa dan Marwah.

Ketika telah dekat dnegan bukit shafa, bacalah ayat dibawah ini:

Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu Kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al Baqarah : 158)

[Dibaca 1X Ketika memulai Sa’i]

Sesudah membaca Ayat tersebut, anda dianjurkan membaca:

Aku memulai dengan apa yang dimulai Allah.67

[Dibaca 1X Ketika memulai Sa’i]

3. Bagaimana tata cara mengerjakan Sa’i ?

Putaran Pertama

(Dari Shafa ke Marwah)

Melaksanakan Sa’i yang dimulai dari bukit shafa. Sa’i dilaksanakan dnegan tujuh putaran. Dari Shafa ke Marwah.

a). Naiklah hingga berada di bukit shafa, kemudian menghadaplah kea rah Ka’bah (melihat ka’bah jika mungkin) dan baca dzikir point 1,2 dan 3 dibawah ini :

  • Allahu Mahabesar, Allahu Mahabesar, Allahu Mahabesar
  • Tidak ada Tuhan yang berhak disembah (dengan benar) kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, Milik-Nya seluruh keraan dan bagi-Nya segala puji, Dia Yang menghidupkan dan Yang mematikan dan Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu.
  • Tidak ada Tuhan yang berhak disembah (dengan benar) kecuali Allah semata, Dia menyelamatkan dengan sendirian, dan menolong hamba-Nya serta mengalahkan kelompok-kelompok musuh sendirian.68

b).Berdoa apa saja yang di kehendaki, baik berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat. Diantaranya :

Ya Allah, Engkau mengatakan : “Mintalah kepada-Ku maka akan Aku kabulkan. Sesungguhnya Engkau tidak pernah mengingkari janji. Saya memohon kepadamu sebagaimana Engkau tunjuki Saya pada Islam, janganlah Engkau cabut dariku hingga ajal menjemputku sedang saya dalam keadaan muslim.69

Ditambah dengan  do’a-do’a yang shahih yang Anda hafal, atau jika tidak bisa boleh juga berdo’a dengan bahasa Indonesia.

c). Setelah berdo’a, ulangi membaca dzikir pada poin 1,2 dan 3.

  • Allahu Mahabesar, Allahu Mahabesar, Allahu Mahabesar
  • Tidak ada Tuhan yang berhak disembah (dengan benar) kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, Milik-Nya seluruh keraan dan bagi-Nya segala puji, Dia Yang menghidupkan dan Yang mematikan dan Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu.
  • Tidak ada Tuhan yang berhak disembah (dengan benar) kecuali Allah semata, Dia menyelamatkan dengan sendirian, dan menolong hamba-Nya serta mengalahkan kelompok-kelompok musuh sendirian.70

d). Berdoa sekali lagi

Berdoa dengan do’a apa saja yang dikehendaki, baik berkaitan dengan urusan dunia maupun Akhirat.

e). Ulangi lagi membaca Dzikir seperti pada point 1,2, dan 3, sehingga dzikir ini dibaca sebanyak tiga kali, sedangkan do’a dipancarkan sebanyak dua kali diantara dzikir-dzikir tersebut.

  • Allahu Mahabesar, Allahu Mahabesar, Allahu Mahabesar
  • Tidak ada Tuhan yang berhak disembah (dengan benar) kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, Milik-Nya seluruh keraan dan bagi-Nya segala puji, Dia Yang menghidupkan dan Yang mematikan dan Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu.
  • Tidak ada Tuhan yang berhak disembah (dengan benar) kecuali Allah semata, Dia menyelamatkan dengan sendirian, dan menolong hamba-Nya serta mengalahkan kelompok-kelompok musuh sendirian.71

f).Lantas tanpa berdo’a lagi di atas bukit shafa, dan Anda langsung turun dari bukit shafa berjalan menuju bukit Marwah.

Perbanyaklah dzikir kepada Allah, ataupun berdo’a dengan doa’do’a yang ma’tsur yaitu do’a yang diriwayatkan dari Rasulullah dan para sahabat beliau, atau membaca selawat, atau boleh juga membaca al-Qur’an.

g). Laki-laki dianjurkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh ketika berada diantara dua tanda berwarna hijau (lampu hijau). 72

Dan ketika berlari tersebut dianjurkan berdo’a sebagaimana do’a yang dibacakan oleh Abdullah bin Mas’ud dan Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma :

“Ya Rabbku, ampunilah dan rahmatilah (aku), sesungguhnya Engkau Maha perkasa lagi Maha pemurah.73

Putaran Kedua

(Dari Marwah ke Shafa)

  1. Naiklah hingga berada di atas bukit Marwah lalu menghadap kea rah Ka’bah, dan baca dzikir dibawah ini, (Apabila berada di Marwah saat ini, Anda tidak akan dapat melihat ka’bah, akrena terhalang oleh tembok-tembok perluasan Masjidil Haram.
  • Allahu Mahabesar, Allahu Mahabesar, Allahu Mahabesar
  • Tidak ada Tuhan yang berhak disembah (dengan benar) kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, Milik-Nya seluruh keraan dan bagi-Nya segala puji, Dia Yang menghidupkan dan Yang mematikan dan Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu.
  • Tidak ada Tuhan yang berhak disembah (dengan benar) kecuali Allah semata, Dia menyelamatkan dengan sendirian, dan menolong hamba-Nya serta mengalahkan kelompok-kelompok musuh sendirian.74

2. Berdo’a Apa saja yang dikehendaki, baik berkaitan dnegan urusan dunia maupun akhirat.

3.Setelah berdo’a, ulangi membaca dzikir pada poin 1,2 dan 3.

  • Allahu Mahabesar, Allahu Mahabesar, Allahu Mahabesar
  • Tidak ada Tuhan yang berhak disembah (dengan benar) kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, Milik-Nya seluruh keraan dan bagi-Nya segala puji, Dia Yang menghidupkan dan Yang mematikan dan Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu.
  • Tidak ada Tuhan yang berhak disembah (dengan benar) kecuali Allah semata, Dia menyelamatkan dengan sendirian, dan menolong hamba-Nya serta mengalahkan kelompok-kelompok musuh sendirian.75

4.Berdoa sekali lagi

Berdoa dengan do’a apa saja yang dikehendaki, baik berkaitan dengan urusan dunia maupun Akhirat.

5. Ulangi lagi membaca Dzikir seperti pada point 1,2, dan 3, sehingga dzikir ini dibaca sebanyak tiga kali, sedangkan do’a dipancarkan sebanyak dua kali diantara dzikir-dzikir tersebut.

  • Allahu Mahabesar, Allahu Mahabesar, Allahu Mahabesar
  • Tidak ada Tuhan yang berhak disembah (dengan benar) kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, Milik-Nya seluruh keraan dan bagi-Nya segala puji, Dia Yang menghidupkan dan Yang mematikan dan Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu.
  • Tidak ada Tuhan yang berhak disembah (dengan benar) kecuali Allah semata, Dia menyelamatkan dengan sendirian, dan menolong hamba-Nya serta mengalahkan kelompok-kelompok musuh sendirian.76

6. Lantas tanpa berdo’a lagi di atas bukit shafa, dan Anda langsung turun dari bukit shafa berjalan menuju bukit Marwah.Perbanyaklah dzikir kepada Allah, ataupun berdo’a dengan doa’do’a yang ma’tsur yaitu do’a yang diriwayatkan dari Rasulullah dan para sahabat beliau, atau membaca selawat, atau boleh juga membaca al-Qur’an.

7. Laki-laki dianjurkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh ketika berada diantara dua tanda berwarna hijau (lampu hijau). 77Dan ketika berlari tersebut dianjurkan berdo’a sebagaimana do’a yang dibacakan oleh Abdullah bin Mas’ud dan Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma :

“Ya Rabbku, ampunilah dan rahmatilah (aku), sesungguhnya Engkau Maha perkasa lagi Maha pemurah.78

4, Apa itu Tahallul ?

Tahallul adalah terbebas atau tekah di halalkan dari hal-hal yang dilarang saat ihram dengan cara Mencukur atau memotong pendek rambut.

Bagaimana cara bertahallul ?
  1. Bagi laki-laki, lebih afdhal mencukur gundul rambut kepalanya ketika umrah biasa. Yaitu selain umrah tamattu’.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya”. Orang-orang berkata: “Dan juga bagi orang-orang yang hanya memendekkan rambutnya, wahai Rasulullah?”. Beliau tetap berkata:Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya”. Orang-orang berkata lagi: “Dan juga bagi orang-orang yang hanya memendekkan rambutnya, wahai Rasulullah?”. Beliau baru bersabda: “Ya, juga bagi orang-orang yang hanya memendekkan rambutnya”.72

  1. Bagi wanita, dengan mengumpulkan rambutnya dari seluruh bagian kepala, lalu memotongnya sepanjang satu ruas jari.

Dengan melakukan tahallul ini, berarti selesailah kegiatan ibadah umrah. Dan Anda dibolehkan mengerjakan hal-hal yang dilarang ketika keadaan berihram.

5.Ada berapa tempat yang di anjurkan untuk dikunjungi di Madinah ?

Ada 5 tempat, yaitu :

  1. Masjid Nabawi
  2. Baqi’
  3. Kuburan Syuhada’ Uhud
  4. Ucapan salam ketika ziaroh secara umum, termasuk Baqi’, dan Uhud, adalah:Semoga keselamatan tercurah bagi penghuni (kubur) dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim dan kami insya Allah akan menyusul kalian semua. Saya memohon kepada Allah bagi kami dan bagi kalian Al ‘Afiyah (keselamatan).8
  5. Kuburan Nabi
  6. Masjid Quba