A. Apa itu Thawaf ?

Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Dan Thawaf ada syarat-syarat, sunnah-sunnah dan adab-adabnya.

B. Apa saja yang harus dilakukan Ketika Thawaf dan bagaimana tata caranya ?

Menjalankan syarat-syarat, sunnah-sunnah dan adab-adabnya.

Syarat-syarat Thawaf:

  1. Niat, Ketika akan melakukan thawaf, karena amalan tergantung niatnya.
  2. Suci dari kotoran dan hadats, sebagaimana dalam hadist Nabi bersabda :

“Thawaf di Baitullah seperti shalat”53

  1. Menutup Aurat, karena thawaf seperti shalat, berdasaarkan sabda Nabi :

“Thawaf di Baitullah sebagaimna shalat, hanya saja kalian dalam thawaf boleh berbicara. Barangsiapa yang berbicara hendaknya berbicara dengan kata-kata yang baik.”54

  1. Thawaf harus dilakukan di dalam baitullah, yaitu di dalam masjidil haram, walau jauh dari ka’bah.
  2. Posisi Ka’bah di sebelah kiri orang yang thawaf
  3. Thawaf dilakukan sebanyak tujuh kali putaran, dimulai dari hajar aswad dan di akhiri hajar aswad pula, karena Rasulullah yang melakukan demikian, sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadist shahih.
  4. Ketujuh Putaran Thawaf harus berurutan, tidak terputus kecuali darurat, jika di lakukan tanpa darurat maka thawafnya batal, wajib diulangi.

C. Apa saja Sunnah-sunnah Thawaf

  1. Berwudhu sebelum Thawaf
  2. Al Idhthiba’, yaitu membuka Pundak sebelah kanan, hal ini tidak disunnahkan kecuali thawaf qudum saja, dan ini khusus bagi laki-laki bukan untuk Perempuan, dan berlaku ketujuh putaran thawaf tersebut.
  3. Ar Raml, yaitu lari-lari kecil, disunnahkan bagi laki-laki tidak untuk Perempuan, tidak disunnahkan melainkan Ketika thawaf qudum saja, pada putaran tiga pertama saja.
  4. Mencium Hajar Aswad, jika tidak mampu, hendaknya menyentuhnya, jika tidak mampu hendaknya dengan isyarat tangan.
  5. Mengucapkan do’a berikut di putaran pertama :
  6. Sujud menghadap Hajar Aswad.55
  7. Mengusap Rukmul Yamani56
  8. Berdo’a diantara Ruknul Yamani dan Hajar Aswad

“Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”57

  1. Setelah tawaf menuju makam Ibrahim dan membaca ayat ;

“Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat.” (Qs. Al Baqarah : 125)

  1. Shalat Dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim
  2. Membaca Surat Al-Kafirun (Qul Ya…) dan Surat Al-Ikhalash (Qul Hu..)
  3. Minum air zam-zam dan menuangkan air ke kepala.

D. Apa saja Adab-Adab Thawaf ?

  1. Thawaf hendaknya dilakukan dengan khusu’, menghadirkan hati dan Perasaan akan keagungan Allah ta’ala serta takut kepadanya, dan ingin mendapatkan apa yang ada di sisinya.
  2. Orang yang melaksanakan thawaf hendaknya tidak berbicara kecuali darurat, kalaupun ingin berbicara, berbicaralah yang baik.

Berdasarkan sabda Nabi,

“Barangsiapa yang berbicara hendaknya berbicara dengan kata-kata yang baik.”58

  1. Tidak boleh menyakiti orang lain baik dengan ucapan maupun perbuatan, karena menyakiti seorang muslim termasuk perbuatan yang dilarang (haram), apalagi hal itu dilakukan di Baitullah.
  2. Orang yang melaksanakan thawaf hendaknya memperbanyak zikir, do’a dan shalawat kepada nabi.

Mengerjakan Thawaf 7 Putaran

Thawaf umroh dimulai dari hajar asqad. Untuk mengetahui posisi yang sejajar dengan tempat letaknya Hajar Aswad, lihatlah tanda berupa lampu neon berwarna hijau yang terletak pada bagian atas salah satu dinding Masjidil Haram.

Khusus bagi laki-laki sebelum memulai thawaf hendaknya melakukan idhthiba’ yaitu memasukkan salah satu sisi kain ihram dibawah ketiak kanan lalu meletakkan ujungnya diatas Pundak yang kiri. Sehingga, Pundak kanan terbuka dan Pundak kiri tertutup. Hal ini dilakukan hanya thawaf qudum saja, yaitu thawaf pertama kali saja.

Putaran Pertama

  1. Mengusap Hajar Aswad dengan tangan kanan

Mengusap Hajar Aswad dengan tangan kanan, lalu menciumnya.59  Hal ini dilakukan pada setiap putaran jika memungkinkan sambil membaca:

Jika tidak mungkin menciumnya, maka cukup mengusapnya dengan tangan kanan lalu mencium tangan tersebut sambil membaca dzikir ini. Jika tetap tidak mungkin mengusapnya dengan tangan, maka cukup memberi isyarat kepadanya dengan tangan kanan sambil mengucapkan do’a di atas tanpa pelru mencium tangan tersebut.

  1. Janganlah mendesak, mendorong, apalahi menyakiti sesame jama’ah, hanya karena ingin menciumnya. Sebab, mencium Hajar aswad hukumnya sunnah, sedangkan menyakiti kaum muslimin hukumnya haram.
  2. Posisi Ka’bah di sebelah kiri orang yang thawaf
  3. Disunnahkan Ar-Raml, yaitu lari-lari kecil bagi laki-laki, tidak untuk Perempuan, tidak disunnahkan melainkan Ketika thawaf qudum saja, pada putaran tiga pertama saja
  4. Mengusap Rukun yamani dengan tangan kanan tanpa membaca do’a dan zikir tertentu pada setiap putaran jika memungkinkan, tidak perlu memberikan isyarat kepadanya, dan tidak disyariatkan mencium rukun yamani, atau mencium tangan yang dipergunakan untuk mengusapnya.
  5. Ketika berjalan dari Rukun Yamani menuju Hajar Aswad pada setiap putarannya, dianjurkan membaca:
  6. Tidak disyariatkan mengusap dua sudut dan dinding Ka’bah yang lain, karena Nabi hanya mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani.
  7. Jika memungkinkan maka lakukanlah litizam. Yaitu meletakkan dada, pipi, kedua lengan dan kedua telapak tangan di Multazam.61
  8. Tidak ada bacaan, wirid atau dzikir tertentu Ketika thawaf, tapia da dianjurkan banyak berdzikir kepada Allah, dan yang mudah diantaranya adalah :

Atau membaca do’a-do’a yang mudah anda hafal. Boleh berdo’a dari Al-Qur’an, bershalawat kepada Nabi, membaca Al-Qur’an maupun dzikir lain dalilnya shahih.

Putaran Kedua dan Ketiga

Lakukanlah hal yang sama seperti pada putaran pertama.

Putaran Keempat dan Ketujuh

Lakukanlah hal yang sama seperti pada putaran yang pertama, hanya saja tidak lagi ebrlari-lari kecil, namun berjalan seperti biasa.

  1. Jika wudhu anda batal, maka segeralah berwudhu, lalu ulangi thawaf anda Kembali tanpa harus mengulangi dari putaran pertama.

Misalnya wudhu anda batal pada putaran keempat, maka setelah berwudhu anda hanya mengulangi putaran yang keempat lalu lanjutkan thawaf hingga selesai.62

  1. Jika anda ragu terhadap jumlah putaran thawaf yang telah dikerjakan, apakah tiga putaran atau empat, maka ambillah bilangan yang kecil yaitu tiga, lalu lanjutkanlah thawaf hingga selesai.

Pada putaran ke tujuh Ketika anda telah tiba Kembali di Hajar Aswad, Anda tidak lagi mengusap Hajar Aswad dan tidak memberi isyarat dengan tangan.

Dengan demikian, maka berarti Anda telah menyelesaikan thawaf umrah serta thawaf tamattu.

  1. Menutup Kedua Pundak

Setelah selesai mealksanakan thawaf, tutuplah kedua Pundak anda. Lalu menuju Maqam Ibrahim sambil membaca

  1. Mengerjakan Shalat Sunnah Ba’da Thawaf

Kerjakanlah shalat sunnah Dua raka’at setelah thawaf dibelakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan.

Pada raka’at pertama : Membaca Surat Al Fatihah dan Surat Al Kafirun

Pada raka’at kedua : Membaca Surat Al Fatihah dan Surat Al Ikhlash

  1. Meminum Air Zamzam

Setelah shalat dua raka’at, dianjurkan minum air Zamzam, karena ia banyak memiliki keutamaan. Nabi bersabda

Air Zamzam tergantung dari niat orang yang meminumnya.65

Dianjurkan menuangkan air zamzam ke atas kepala sambil berdo’a dengan do’a Ibnu Abbas Ketika meminumnya, yaitu:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang luan, dan Penawar (obat) bagi semua penyakit”.66

Berdoa Ketika meminumnya, Anda berdo’a berkaitan dengan hal-hal dunia dan akhirat, memohon ilmu yang bermanfaat, amal shaaakih, rizki yang halal, husnul khatimah, wafat dalam keadaan beriman, diberi umur yang berkah dan lain sebagainya.

Setelah meminum air Zamzam dan sebelum melaksanakan Kembali sa’I umrah, dianjurkan kembali ke Hajar Aswad untuk mengusap dan menciumnya.

Jika saat kembali itu Anda tidak bisa mendekat ke Hajar Aswad, maka cukup memberikan isyarat padanya dari jauh dengan tangan sambil membaca ”Allahu Akbar” atau “Bismillah Allahu Akbar”.

Sumber : Buku “Umrah Bersama Rasulullah”

(Pandaun Praktis Umrah Sesuai Al Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman Para sahabat)

Penulis :Ustadz Abu Yusuf Dzulfadhli. Lc