Berkas:Masjid al-Qiblatain.jpg - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Keterangan

Masjid ini terletak kurang lebih 5 km sebelah barat dari masjid Nabawi . Masjid yang memiliki luas kurang lebih 3.920 m², memang tergolong kecil dibanding dengan kemegahan masjid Nabawi , namun masjid terpenting ketiga di kota Madinah itu selalu dipadati rombongan jamaah haji dan umrah dari berbagai dunia, bukan karena bangunannya semata yang menjadi pusat perhatiannya, namun ada sejarah yang sangat penting bagi umat Islam berkaitan dengan masjid tersebut.

Qiblatain artinya 2 kiblat, dinamakan dengan nama ini karena di masjid tersebut para shahabat melakukan shalat fardhu dengan menghadap dua kiblat yang berbeda; sebagian rakaat menghadap dua kiblat yang berbeda; sebagian rakaat menghadap ke Baitul Maqdis di Palestina, dan pada rakaat yang lain menghadap ke Ka’bah karena kabar perubahan kiblat yang mereka terima. Perubahan Kiblat ini Allah wahyukan dalam surat Al-Baqarah:143-150.

Pelajaran

Ketika kiblat shalat menghadap Baitul Maqdis, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- berharap agar kiblat tersebut diarahkan menghadap Ka’bah, kiblat Ibrahim. Bukan berarti beliau tidak menyukai Baitul Maqdis, namun kaum Yahudi selalu  menjadikan hal ini sebagai alasan untuk meremehkan beliau. Kaum musyrik Mekkah pun sellau mengatakan, “Mengapa Muhammad menghadap Baitul Maqdis, sementara ia mengaku mengikuti Ibrahim?”

Ya, keimanan menuntut kita untuk menyelisih kaum kafir Yahudi, Nasrani, dan musyrikin, dalam aqidah dan ibadah, serta tidak mengikuti segala cara, tingkah laku, dan gaya hidup mereka. Allah menerangkan alasan perubahan kiblat ini dalam firmanNya, ” Dan Kami tidak mentapkan kiblat yang menjadi kiblatmu [sekarang] melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot.” [QS.Al-Baqarah: 143].

Tidak ada keutamaan khusus masjid yang memiliki 2 kubah setinggi 17 m ini kecuali keutamaan masjid secara umum.

📚Referensi Buku: “Ketika Tanah Suci Berbicara”
🔍Oleh: ‘tim ilmiah Indonesian community care center’
✍🏻Di ketik ulang oleh: Team AKA Travel
👳🏻Muroja’ah : Ust. Abu Yusuf Dzulfadhli Al Maidani, Lc